ANAK & KEMATIAN ANGGOTA KELUARGA



Setiap orang di dunia ini pasti akan meninggal dunia. Hal itu adalah fakta kehidupan. Namun, tidak jarang ketika pasangan ataupun salah seorang anak dalam keluarga dipanggil Tuhan, orangtua yang ditinggalkan tidak siap dan bingung bagaimana menjelaskan hal tersebut kepada anaknya yang belum dewasa. Akibatnya, dalam konteks demikian, tidak sedikit orangtua yang menghindari membicarakan hal tersebut dengan si anak ataupun membohongi anaknya dengan tujuan menghibur anak tersebut, misalnya dengan mengatakan bahwa suatu saat orang yang meninggal tersebut akan kembali lagi. Padahal, tindakan demikian tidaklah menolong anak untuk mengatasi kematian orang yang dikasihinya. Bahkan, tidak jarang hal itu kemudian malah menjadi bumerang bagi orangtua yang ditinggalkan, ketika setelah menjadi lebih dewasa, anak menyadari bahwa ia dibohongi oleh orangtuanya. Tidaklah mudah bagi anak untuk menerima kenyataan bahwa orangtua yang dikasihinya ternyata membohonginya, walaupun dengan maksud baik. Dalam banyak kasus, hal itu menimbulkan pertanyaan dalam diri anak apakah ia dapat tetap mempercayai orangtuanya.


Bila salah seorang anggota keluarga meninggal, akan lebih baik bila anak diberikan penjelasan apa adanya secara sederhana. Misalnya, orangtua perlu menjelaskan kepada anak bahwa kematian bukanlah sesuatu yang bisa dibalikkan sehingga orang yang telah meninggal tidak dapat hidup kembali. Hal ini penting untuk dijelaskan, terutama kepada anak balita yang kemampuan berpikir logisnya belum berkembang sepenuhnya. Hal lain yang juga penting dijelaskan kepada anak adalah bahwa kepergian orang yang dikasihinya tersebut bukanlah akibat kesalahan yang diperbuatnya dan ia tidak bertanggung jawab dalam bentuk apapun terhadap meninggalnya orang tersebut.


Adakalanya anak menanyakan hal-hal yang tidak diketahui jawabannya oleh orangtua, misalnya pertanyaan mendetail tentang apa yang akan terjadi pada tubuh orang yang meninggal. Bila demikian, idealnya orangtua menyampaikan dengan jujur bahwa ia tidak tahu jawabannya dan menawarkan kepada anak untuk bersama-sama mencari tahu. Dengan demikian, orangtua menunjukkan bahwa ia menghargai dan memandang penting pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam diri anak terkait meninggalnya orang yang dikasihinya.


Pada prinsipnya, orangtua yang ditinggalkan perlu bersikap terbuka terhadap berbagai pertanyaan anak yang mungkin timbul terkait meninggalnya salah satu anggota keluarga, baik pada tahun peristiwa itu terjadi maupun bertahun-tahun setelah itu. Orangtua perlu menyadari bahwa seiring dengan bertambahnya usia anak, umumnya timbul pertanyaan-pertanyaan baru dalam diri anak terkait kematian tersebut. Tidak jarang seorang anak berduka secara bertahap dan menunjukkan reaksi duka yang berbeda-beda, seiring dengan tahap perkembangan kognitif dan emosionalnya. Karenanya, orangtua pun perlu meresponi anak yang sama dengan cara yang berbeda, seiring perkembangan usia anak tersebut.


Tidak jarang pula, momen-momen tertentu, seperti hari ulang tahun atau liburan, mengingatkan anak kembali pada orang yang telah meninggal itu. Atau kadang, melihat sesuatu yang terkait dengan orang tersebut dapat membangkitkan kenangan akan masa indah bersama orang yang dikasihinya. Bila hal tersebut terjadi, orangtua yang ditinggalkan perlu menolong anak untuk menyadari bahwa hal tersebut sangat wajar dan bahwa kenangan akan orang tersebut memang tidak akan pernah hilang, namun seiring waktu, kesedihan yang datang bersama dengan kenangan tersebut akan terkikis.


Hal lain yang juga perlu disadari oleh orangtua adalah adanya kemungkinan bahwa anak tidak siap dan memerlukan jeda waktu untuk dapat mengekspresikan emosinya (baik berupa kesedihan ketakutan, ataupun kemarahan) terkait kematian tersebut serta tidak ingin membicarakannya. Hal ini umumnya terjadi bila kematian tersebut menimbulkan trauma dalam diri anak. Dalam kasus demikian, orangtua sebaiknya tidak memaksa anak untuk berbicara tentang perasaanya dan memberikan anak waktu yang dibutuhkannya. Bila anak telah siap, biasanya ialah yang akan memulai pembicaraan terkait kematian tersebut.

0 views