MEMBANGUN KEUNIKAN REMAJA



Remaja pada umumnya cenderung berusaha untuk mengikuti trend yang ada agar menjadi serupa dengan sekitarnya sehingga dapat lebih mudah diterima oleh lingkungan sekitarnya, terutama oleh teman sebayanya. Namun, ada juga remaja yang lebih memilih untuk ‘melawan arus’, tidak mengikuti trend saat itu. Remaja yang demikian, biasanya memiliki rasa ketertarikan yang intens terhadap hal-hal tertentu, seperti catur, skateboard, benda-benda langit, dan lain sebagainya. Ketertarikan yang intens itu mendorong mereka untuk mengejar pencapaian yang tinggi dalam bidang ketertarikan mereka dengan konsekuensi tidak banyak terlibat dalam kegiatan-kegiatan lain yang umum bagi remaja, seperti menonton ataupun jalan-jalan bersama teman sebayanya.


Bagaimana sebaiknya sikap orangtua terhadap remaja yang demikian, yang pilihan “out-of-the-box”-nya, mengakibatkan mereka terlihat unik di mata sekitarnya? Apa pun pilihan mereka, mereka tetaplah remaja yang bila ditinjau dari sudut psikologi perkembangan, cenderung sensitif perasaannya dan rentan terhadap penolakan, sehingga mereka sangat butuh untuk diterima sebagaimana mereka adanya. Tentu saja di sisi lain, mereka juga butuh bimbingan dari orangtua agar ketertarikan mereka yang intens terhadap bidang tertentu, tidak membuat mereka mengacuhkan lingkungannya sehingga kurang bergaul, melainkan membuat mereka dikagumi oleh teman-teman sebaya karena pengetahuan atau keahlian yang mereka miliki dalam bidang tersebut.


Lagipula, walaupun dalam beberapa kasus, ketertarikan yang intens tersebut hanya bersifat sementara, namun dalam kebanyakan kasus, ketertarikan yang besar pada remaja akan suatu bidang tertentu, umumnya menjadi passion yang dimiliki seumur hidup dan menjadi salah satu faktor yang menentukan kesuksesan di masa dewasa. Hal tersebut dkarenakan, pembelajaran seseorang biasanya akan lebih optimal bila disertai oleh minat yang besar. Oleh sebab itu, bila orangtua dapat memberikan ruang bagi remaja untuk mengembangkan ketertarikan mereka terhadap bidang yang diminatinya, umumnya remaja akan dapat memaksimalkan potensinya dalam bidang tersebut.


Nmaun sebenarnya tidak hanya remaja yang ‘out-of-the-box’ saja yang dapat memaksimalkan potensinya, remaja-remaja lain pada umumnya pun dapat melakukan hal tersebut, karena sesungguhnya setiap individu memiliki kualitas yang ‘out-of-the-box’ dalam bidang tertentu. Bila hal tersebut diberikan ruang untuk dieksplorasi dan diasah, akan dapat berkembang dengan baik. Penelitian telah membuktikan bahwa kesamaan yang dimiliki oleh mereka yang memiliki pencapaian yang tinggi dalam bidang tertentu, bukanlah dalam hal kecerdasan kognitif, status social-ekonomi, suku atau pun tipe kepribadian. Kesamaan di antara mereka terletak pada adanya dorongan dan dukungan dari orangtua. Hal tersebut dikarenakan, ketika orangtua menerima dan mendukung minat remajanya, hal itu akan mengkomunkasikan kepada remaja bahwa orangtua menghargai dan menghormarti minatnya sehingga membangun rasa percaya diri dan memperkuat keinginan remaja tersebut untuk terus mengeksplorasi dan mendalami minatnya.


Tentu tidaklah mudah bagi orangtua untuk membesarkan remaja yang ‘out-of-the-box’ ataupun untuk menemukan kualitas yang ‘out-of-the-box’ pada remaja umumnya. Orangtua tentu ingin anaknya mendapat yang terbaik yang bisa diberikannya dalam hidup. Namun kadang, apa yang terbaik menurut orangtua, belum tentu merupakan yang terbaik bagi sang remaja. Tidak jarang orangtua mengartikan ‘yang terbaik’ itu sebagai mudahnya sang remaja diterima dan disukai oleh lingkungan pergaulannya, dan untuk itu, tidak sedikit orangtua yang berpandangan bahwa remaja sebaiknya tidak terlalu berbeda dari lingkungan pergaulannya. Tentu pandangan tersebut tidak sepenuhnya salah, namun perlu diimbangi dengan kesadaran bahwa keunikan remaja pun perlu dihargai dan didukung. Justru keunikan tersebut yang biasanya menjadi salah satu kunci kesuksesan.

0 views