MENGEMBANGKAN KECINTAAN MEMBACA PADA ANAK

Kecintaan membaca merupakan salah satu indikator dari kemampuan untuk belajar secara mandiri, namun sedikit sekali anak yang kecintaannya membaca timbul dari dalam dirinya sendiri. Di banyak kasus, orang tua perlu membantu mengembangkan kecintaan membaca dalam diri anak dengan cara sering-sering membacakan untuk anak. Membacakan buku untuk anak akan menjembatani anak dengan buku. Bila orang tua sering membacakan cerita ke anak sejak bayi, atau bahkan sejak masih dalam kandungan, anak akan terbiasa dengan ritme suara orang tua dan ia akan mengasosiasikan itu dengan rasa aman. Karenanya, membacakan untuk anak juga merupakan salah satu sarana untuk membangun ikatan batin antara orang tua dan anak. Itulah sebabnya bayi yang sering dibacakan biasanya cenderung lebih tenang bila mendengar suara orang tua membacakan sesuatu untuknya. Selain itu, bayi yang sering dibacakan biasanya akan tumbuh menjadi anak dengan kemampuan bahasa yang baik karena banyak pola bunyi dan kata yang masuk ke dalam otaknya ketika ia mendengar apa yang dibacakan oleh orang tuanya.



Lamanya sesi membacakan untuk anak sangat tergantung kepada rentang perhatian anak yang sangat ditentukan oleh usia anak. Misalnya, rentang perhatian bayi terhadap sesuatu hal hanyalah sekitar 3 menit. Oleh karena itu, bila membacakan untuk bayi sebaiknya tidak jauh melebihi 3 menit. Lebih baik anak dibacakan berulang-ulang dalam sehari sesuai batas rentang perhatian anak, dibandingkan memaksakan anak mendengarkan orang tua membacakan melebihi kemampuan naturalnya untuk berkonsentrasi. Prinsip yang perlu dipegang orang tua adalah tidak memaksakan kegiatan membacakan bila anaknya sedang tidak mau dibacakan, agar anak tidak antipati, melainkan terus memiliki persepsi yang positif terhadap kegiatan membaca.

Sebagaimana dalam berbagai kegiatan lainnya, persiapan adalah hal yang tidak dapat ditinggalkan bila ingin mencapai hasil yang optimal. Bahkan Alkitab pun mengakui hal ini, ketika dalam Amsal 30 : 25, Raja Salomo yang bijaksana memuji semut karena persiapannya. Agar kegiatan membacakan kepada anak efektif, persiapan pun perlu dilakukan, misalnya sebelum membacakan buku kepada anak, sebaiknya orang tua membaca dulu buku tersebut untuk mengetahui isinya. Hal ini akan membuat orang tua lebih percaya diri ketika membacakan buku tersebut kepada anak. Selain itu, membaca terlebih dahulu suatu buku sebelum membacakannya kepada anak juga memberikan kesempatan kepada orang tua untuk memikirkan efek suara yang dapat dibuat ketika membacakan kepada anak untuk mendramatisir cerita menjadi lebih menarik. Selain itu, membaca buku yang akan dibacakan terlebih dahulu juga memampukan orang tua untuk menandai buku itu. Adapun hal-hal yang sebaiknya ditandai adalah kalimat-kalimat yang penting agar dapat ditekankan dan juga kalimat-kalimat yang membosankan untuk dihilangkan pada saat membacakan. Menandai juga dapat digunakan untuk menyingkat bagian bacaan yang terlalu panjang.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah orang tua perlu mengusahakan membacakan cerita dengan suara yang bervariasi supaya menarik bagi anak. Bila buku yang dibacakan adalah buku cerita bergambar, pastikan anak dapat melihat gambar di buku itu agar pengertian anak akan isi bacaan menjadi lebih kaya. Selain itu, bila membacakan kepada anak yang sudah cukup besar (di atas 2 tahun), usahakan untuk melibatkan anak sebanyak mungkin dalam kegiatan membacakan tersebut. Hal ini dapat dilakukan antara lain dengan bertanya atau berkomentar untuk memancing respon anak. Ketika anak merespon pancingan itu, orang tua perlu menanggapi respon anak tadi secara positif sehingga terjadi dialog antara orang tua dengan anak tentang apa yang dibacakan. Dengan demikian, kegiatan membacakan cerita menjadi kegiatan yang dinikmati bersama.

1 view