MENIKMATI PENGALAMAN MENJADI IBU



Menjalankan peran sebagai ibu kadang dapat sangat menguras pikiran dan energi, mengakibatkan terlupakannya peran-peran lainnya. Namun, seorang ibu perlu menyadari bahwa dalam kehidupan ini, perannya tidaklah semata-mata hanya sebagai seorang ibu, melainkan juga sebagai istri, anak ataupun mungkin juga sebagai pegawai. Namun, bila terlalu banyak yang ingin dicapai untuk masing-masing peran, kemungkinan besar hal itu akan membuat ibu merasa kelelahan serta mungkin frustasi karena tidak dapat menjalankannya dengan optimal. Untuk itu, akan sangat menolong bila untuk setiap peran yang dimilliki, dipilih satu hal yang akan menjadi fokus. Misalnya, dalam menjalankan peran sebagai ibu, kita berfokus pada memberikan perhatian dan kasih sayang pada anak. Dalam menjalankan peran sebagai anak, berkomitmen untuk mengunjungi orangtua yang tinggal sekota sebanyak dua kali dalam sebulan dan berkomitmen untuk menjaga hubungan dengan kakak atau adik yang berada di luar kota melalui email ataupun telpon. Sedang sebagai seorang professional,kita berfokus pada pengembangan diri secara terus-menerus. Dengan demikian, besar kemungkinan kita akan menikmati pengalaman menjadi ibu karena berbagai peran kita berjalan dengan seimbang.


Hal kedua yang perlu diperhatikan agar seseorang dapat menikmati pengalamannya sebagai seorang ibu adalah dengan menyediakan waktu untuk dirinya sendiri. Menyediakan waktu untuk diri sendiri bukanlah suatu bentuk tindakan yang mementingkan diri sendiri, melainkan sesuatu yang diperlukan oleh setiap ibu agar dapat menjalankan semua perannya dengan baik. Hal tersebut disebabkan energi seorang ibu sebagai manusia, bukanlah tidak terbatas, sehingga perlu pengisian ulang secara berkala dengan tidur yang cukup, asupan yang bergizi, olah raga, waktu pribadi yang cukup serta hubungan sosial yang sehat. Seorang ibu perlu terus membina hubungan sosialnya dan hal itu dapat menjadi salah satu bentuk rekreas baginya. Misalnya, dengan meluangkan waktu untuk menonton bersama dengan teman-teman atau sekedar makan siang bersama. Bila kita cukup memperhatikan diri sendiri, maka umumnya tingkat penerimaan kita terhadap orang lain, terutama terhadap anak dan pasangan, akan lebih tingg. Selain itu, ibu yang cukup memperhatikan dirinya cenderung lebih stabil dalam mengelola emosi. Seringkali bila seorang ibu mudah marah, hal itu merupakan indikasi bahwa ia sedang perlu meluangkan waktu untuk dirinya sendiri.


Hal ketiga yang perlu diperhatikan dalam usaha untuk menikmati pengalaman menjadi ibu adalah dengan mempertimbangkan masak-masak jalan yang akan dipilihnya, lalu menjalaninya dengan penuh keyakinan. Sebagai seorang ibu, pilihan apa pun yang diputuskannya – apakah menjadi ibu rumah tangga, berkarir secara professional, bekerja paruh waktu, atau pun bekerja di rumah – pasti akan memiliki pergumulannya sendiri. Ibu yang memilih menjadi ibu rumah tangga, mungkin akan bergumul dengan kritik bahwa ia tidak berkontribusi secara finansial terhadap keluarga atau dengan pandangan bahwa ia terlampau malas atau kurang mampu untuk memperoleh pekerjaan di luar rumah. Sedang ibu yang bekerja di luar rumah mungkin akan bergumul karena ia tidak memiliki cukup banyak waktu di rumah bersama anak-anak serta mungkin dinilai egois oleh orang lain karena menentukan pilihan tersebut. Selain itu, mungkin juga tuntutan pekerjaan membuatnya merasa tertekan dan merasa tidak cukup baik dalam menjalankan perannya sebagai ibu. Dan ibu yang bekerja paruh waktu atau pun bekerja di rumah kemungkinan besar juga memiliki pergumulan tersendiri karena cenderung merasa tidak all-out pada satu pun dari kedua dunia tersebut. Oleh sebab itu, seorang ibu perlu memilih jalan hidup yang akan diambilnya, tanpa terlalu dipengaruhi oleh ekspektasi orang lain. Yang perlu dipertimbangkan terutama adalah ekspektasi dari keluarga, dalam hal ini pasangan dan anak-anak. Selamat menikmati pengalaman menjadi seorang ibu.

0 views