POLA BELAJAR ANAK



Manusia dilahirkan dengan keingintahuan dan kesenangan belajar. Bahkan menurut antropolog Edward T. Hall, keinginan untuk belajar pada manusia bersifat lebih mendasar dibandingkan dengan keinginan untuk mereproduksi. Sayangnya, kebanyakan orangtua sudah lupa bagaimana caranya menjalani hidup sebagai seorang pembelajar. Selain itu, baik orangtua maupun sekolah pada umumnya berasumsi bahwa setiap anak belajar dengan cara yang sama. Akibatnya tidak banyak orangtua dan sekolah yang memberikan cukup waktu dan usaha untuk mengetahui bagaimana cara seorang anak memproses informasi dan belajar, sehingga ada anak-anak yang akhirnya dikategorikan sebagai anak yang tidak pintar. Padahal, mungkin saja ia bukan tidak pintar, melainkan ia memiliki cara yang berbeda dalam memproses informasi, karena pada dasarnya setiap anak memiliki cara belajar yang unik.


Secara umum, terdapat tiga pola umum tentang bagaimana seseorang memproses informasi, yaitu auditori, kinestetik dan visual. Bila orangtua dan sekolah memahami hal tersebut, maka proses belajar-mengajar akan dapat dilakukan dengan lebih efektif untuk mencapai tujuannya yang hakiki, yaitu menolong setiap anak mengakses potensinya serta mengembangkannya. Dengan demikian, proses pendidikan akan menghasilkan anak-anak yang memiliki kepercayaan diri terhadap kemampuan berpikirnya, bukan justru sebaliknya. Berikut adalah deskripsi umum dari masing-masing pola tersebut untuk menjadi panduan bagi orangtua dalam berusaha memahami dan mengakomodasi kecenderungan anak dalam memproses informasi dan belajar.


Kinestetik

  • Dapat dengan mudah mengingat dan mempelajari gerakan fisik

  • Menyukai perlombaan olahraga

  • Cenderung mudah mengekspresikan apa yang dirasakan oleh tubuhnya

  • Cenderung menyukai kehidupan yang terstruktur

  • Lebih mampu berkonsentrasi bila bergerak


Auditori

  • Dapat dengan mudah mengingat dan mempelajari sesuatu yang didengarnya

  • Umumnya dapat berbicara di depan umum dengan cukup nyaman

  • Cenderung menggunakan perbendaharaan kata yang detail dan kalimat yang terstruktur

  • Lebih mudah berkonsentrasi bila berbicara


Visual

  • Dapat dengan mudah mengingat dan mempelajari sesuatu yang dilihatnya

  • Umumnya senang menulis dan menunjukkan idenya

  • Peka terhadap detail visual

  • Biasanya senang menulis daftar sebagai cara untuk mengorganisasikan pikirannya

  • Senang merapikan barang atau lingkungan

  • Lebih mudah berkonsentrasi bila menulis atau menunjukkan sesuatu


Cara termudah untuk mengetahui pola seorang anak dalam belajar adalah dengan memperhatikan saat ia berbicara, mendengar, membaca, menulis, menari atau beraktivitas fisik lainnya. Hal tersebut akan menolong untuk mengidentifikasi area auditori, kinestetik dan visual dalam pola belajarnya. Namun satu hal yang perlu diingat adalah bahwa tidak ada seorang pun yang sepenuhnya memenuhi deskripsi dari salah satu pola belajar, karena setiap manusia itu unik. Jadi yang perlu menjadi fokus perhatian adalah kecenderungan secara keseluruhan yang biasanya terjadi, bukan kecocokan terhadap setiap satuan deskripsi.


Dengan memahami hal di atas, diharapkan orangtua sebagai penanggung jawab utama perkembangan pikiran anak, dapt mulai melakukan perubahan untuk mengakomodasi pola belajar anak. Untuk melengkapi aplikasi dari pengetahuan orangtua tentang cara belakar anak, orangtua juga perlu belajar mengetahui kapan harus memonitor dengan ketat, dan kapan perlu menahan diri. Demikian pula, kapan sebaiknya memberikan semangat dan dorongan, kapan hanya memberikan informasi saja, dan kapan saatnya memberikan ruang bagi kesalahan anak. Namun yang terutama, adalah belajar mengetahui cara untuk membangun kepercayaan diri anak terhadap kemampuannya untuk belajar. Selamat belajar.


0 views