REMAJA & KONSEP DIRI



Masa remaja merupakan masa transisi antara masa anak-anak dan masa dewasa. Masa ini dimulai di sekitar usia 9 tahun dimana anak memasuki masa rewaja awal (pra-remaja), kemudian beranjak ke remaja tengah di sekitar usia 13 tahun, dan berpindah ke masa remaja akhir di sekitar usia 18 tahun. Ketika memasuki usia 22 tahun, umumnya seseorang sudah memasuki masa dewasa. Masa remaja umumnya didominasi oleh perkembangan biologis, kognitif, sosial, serta emosional, yang bila tidak tertangani dengan baik, dapat menimbulkan masalah di masa dewasa.


Dari segi kognitif, kemampuan berpikir remaja telah memasuki tahap yang disebut sebagai formal operational sehingga umumnya mereka sudah mampu untuk berpikir secara logis maupun abstrak, serta sudah dapat mengeksplorasi pemecahan masalah dengan cukup baik. Kemampuan meta-kognitifnya pun sudah berkembang sehingga mereka sudah mulai mampu untuk merefleksikan pemikiran mereka serta berpikir tentang dirinya dalam konteks dunia sosialnya. Akan tetapi, karena pada masa ini kemampuan berpikir mereka sangat diwarnai oleh keinginan untuk diperhatikan, umumnya pemikiran mereka terpusat pada dirinya sendiri (egosentrik).


Pemikiran yang egosentrik tersebut dipengaruhi oleh perubahan fisik remaja yang karena sudah mulai mengalami pubertas, mulai mengalami perubahan hormon maupun bentuk tubuh. Itulah sebabnya mengapa remaja umumnya sangat memperhatikan bentuk tubuhnya serta penampilan fisiknya, dan mereka cenderung membandingkannya dengan penampilan fisik para selebriti ataupun teman sebayanya sebagai tolak ukur ideal. Akibatnya, tidak sedikit remaja yang bergumul dengan kecemasan apakah penampilan fisiknya cukup menarik atau tidak. Hal tersebut seringkali menjadi sumber kelabilan emosi pada remaja, dan dapat berdampak negatif pada konsep dirinya.


Konsep diri merupakan bagian dari kepribadian serta tingkat kesadaran seseorang. Hal tersebut dikarenakan konsep diri umumnya didasarkan pada penilaian subyektif seseorang akan dirinya (real self) dibandingkan dengan standar idealnya (ideal self). Masa remaja merupakan masa dimana seseorang mulai membentuk identitas dirinya serta penilaian terhadap dirinya. Selain penilaian yang kurang terhadap penampilan fisik, kurangnya kompetensi pun dapat membentuk konsep diri yang negatif pada remaja. Konsep diri yang negatif umumnya termanifestasi pada perasaan rendah diri, sensitivitas yang berlebihan, sikap yang defensif, serta ketidakmampuan untuk menangani tekanan dengan baik. Oleh karena itu, remaja yang menderita kecemasan atau depresi, anoreksia, terlibat dengan narkoba ataupun masalah perilaku lainnya, umumnya adalah remaja dengan konsep diri yang negatif.


Untungnya, konsep diri bukanlah sesuatu yang bersifat statis, melainkan dinamis. Konsep diri dapat berubah seiring dengan berjalannya waktu. Selain itu, menurut teori perkembangan Erikson, konsep diri seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial dimana orang tersebut berada, dan lingkungan sosial yang paling berpengaruh pada seseorang adalah lingkungan keluarga. Oleh karena itu, peran orangtua sangat besar dalam pembentukan konsep diri remaja.


Hal yang pertama yang dapat dilakukan oleh orangtua bagi remaja yang sedang mengalami berbagai hal yang disebutkan di atas, adalah mengasihi dan menerima sang remaja apa adanya. Anak maupun remaja umumnya akan menilai dirinya sebagai manusia yang berharga bila orangtua secara konsisten memperlakukan mereka dengan penuh kasih dan penerimaan. Kasih dan penerimaan dari orangtua tersebut akan menjadi senjata ampuh remaja untuk melawan penilaian diri yang negatif.


Hal kedua yang dapat dilakukan oleh orangtua untuk membentuk konsep diri yang positif pada remaja adalah dengan menjadi contoh yang baik bagi remaja, karena anak umumnya akan mengadopsi pola pikir maupun perilaku orangtuanya. Bila orangtua dapat secara konsisten menampilkan pola pikir positif, kemandirian, serta pengendalian emosi yang baik, maka kemungkinan besar karakter-karakter tersebut akan tertanam juga pada remaja sehingga berdampak positif bagi pembentukan konsep diri remaja.


0 views